Resiko Dari Operasi Sesar

Resiko Dari Operasi Sesar
Resiko Dari Operasi Sesar. Sebelum membahas lebih jauh tentang Resiko Dari Operasi Sesar ada baiknya anda memahami dulu apa pengertian sesar itu sendiri. Operasi sesar tergolong operasi yang beresiko daripada melahirkan secara normal. Sepert diketahui bahwa operasi ini dimaksudkan untuk mengeluarkan janin dari perut ibu melalui sayatan pada dinding perut kemudian melewati sayatan kembali menuju dinding rahim (uterus) sehingga si janin dapat dikeluarkan. Dari sinilah berbagai macam resiko patut menjadi perhatian apalagi kombinasi dengan obat – obatan (antibiotik, obat bius, analgetik dan lainya) saat operasi berlangsung dapat memicu terjadinya komplikasi terhadap kesehatan ibu maupun janin itu sendiri. 

Mungkin anda berpendapat bahwa operasi sesar lebih meminimalkan rasa sakit daripada harus menahan sakit luar biasa di waktu persalinan normal. Tapi tahukah anda jika operasi sesar dilakukan lebih dari tiga kali, menurut para dokter resikonya sangat berbahaya bahkan tindakan tersebut bisa menimbulkan kematian. 


Resiko Dari Operasi Sesar

Infeksi
Tindakan cesar pastinya tidak akan jauh dari alat – alat yang digunakan pada waktu sesar. Tentu saja, dari alat tersebutlah resiko buruk akan muncul seperti kurangnya tingkat steril alat dapat memunculkan infeksi terhadap janin maupun ibu. Sedangkan post operasi sesar juga bisa memunculkan infeksi baru pada bekas luka jahitan operasi (nanah) atau bisa jadi jahitanya terlepas dan lain sebagainya. 

Pengangkatan Rahim 
Resiko ini bisanya terjadi pada ibu atau wanita hamil yang sudah melakukan sesar hingga 4 kali. Jadi bila anda salah satunya, maka resikonya adalah lima kali lebih tinggi dibandingakn dengan wanita lainya yang pernah melahirkan lewat proses sesar

Plasenta Previa
Maksudnya disini adalah bahwa wanita dengan sesar lebih dari satu kali dapat mempengaruhi posisi plasenta yang akan semakin mendekati serviks. Sebagai akibatnya, saat serviks terbuka  bisa saja terjadi keguguran karena perdarahan hebat sehingga biasanya akan dilakukan tranfusi darah demi mengembalikan kadar darah (HB) dalam tubuh. 

Plasenta Accreta
Hampir sama seperti resiko nomor tiga namun perbedaaanya disini adalah plasenta akan semakin dekat terhadap dinding rahim. Jika itu terjadi, akibatnya rahim sewaktu – waktu bisa rusak bahkan timbul perdarahan di area tersebut. 

Transfusi Darah
Wanita yang melahirkan lewat proses sesar memiliki resiko 6 kali lebih besar menjalani tranfusi darah pada saat tindakan. Mengingat bahwa sesar bisa dipastikan mengeluarkan daraha lebih banyak daripada partus (melahirkan) secara normal. 

Pecah Rahim
Resiko Dari Operasi Sesar keenam yaitu pecahnya rahim. Dengan kata lain bila seorang wanita dengan riwayat pernah operasi sesar maka bekas luka di rahin dapat robek, pecah atau hancur kapan saja. Sehingga hal ini patut diwaspadai dan harus dijaga kesehatanya. Namun bila terjadi kondisi tersebut maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kematian bayi dalam kandungan 10 kali lebih tinggi dibanding wanita tanpa operasi sesar (rahim normal).

Adanya Jaringan Perut dan Adhesi
Diambil dari referensi beberapa ahli medis mengatakan kalo operasi sesar akan mmeberikan luka bekas jahit sebanyaka 7 lapisan pada perut. Dari situlah, jaringan perut dan adhesi terbentuk dan tak jarang keduanya menimbulkan rasa tak nyaman bagi wanita. Meski pada awalnya tidak timbul infeksi namun jangan pernah mengabaiknya karena resiko infeksi pasca sesar lebih tinggi. Tak hanya itu, ketika infeksi terjadi, tentu saja mempengaruhi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. 

Itulah Resiko Dari Operasi Sesar yang semoga menambah wawasan lebih luas lagi dan memberikan anda pilihan tepat apakah ingin melakukan operasi sesar atau melahirkan secara normal. Sekian dan terima kasih. Baca juga Penyebab wajah tampak tua.

Berlangganan untuk email update gratis: